Video Setya Novanto terTidur Saat Sidang Paripurna DPR Bahas Perppu Ormas Yuk Lihat! 2017

Video Setya Novanto terTidur Saat Sidang Paripurna DPR Bahas Perppu Ormas Yuk Lihat! 2017

Video Setya Novanto terTidur Saat Sidang Paripurna DPR Bahas Perppu Ormas Yuk Lihat! 2017. Video Setya Novanto terTidur Saat Sidang Paripurna DPR Bahas Perppu Ormas Yuk Lihat! 2018. Setya Novanto memang selalu menjadi bahan pembicaraan. Saat ini tersebar Video Setya Novanto terTidur Saat Sidang Paripurna DPR Bahas Perpp...

Mau Yang Lebih dari Video Setya Novanto terTidur Saat Sidang Paripurna DPR Bahas Perppu Ormas Yuk Lihat!? [Klik Disini]


Mau Yang Lebih dari Video Setya Novanto terTidur Saat Sidang Paripurna DPR Bahas Perppu Ormas Yuk Lihat!? [Klik Disini]

Baca Juga: Aplikasi Android Cara Mendapatkan Uang

Mau Yang Lebih dari Video Setya Novanto terTidur Saat Sidang Paripurna DPR Bahas Perppu Ormas Yuk Lihat!? [Klik Disini]

loading...

Setya Novanto memang selalu menjadi bahan pembicaraan. Saat ini tersebar Video Setya Novanto terTidur Saat Sidang Paripurna DPR Bahas Perppu Ormas di medis social instagram. Bahan netizen yang komentar beragam. Intinya Video Setya Novanto terTidur Saat Sidang Paripurna DPR Bahas Perppu Ormas sudah tersebar dan menjadi buah bibir netizen di instagram.

Berikut Video Setya Novanto terTidur Saat Sidang Paripurna DPR Bahas Perppu Ormas Versi DailyMotion:



Berikut Video Setya Novanto terTidur Saat Sidang Paripurna DPR Bahas Perppu Ormas Versi Vidio:


Siapa Setya Novanto?

Setya Novanto Menurut wikipedia adalah Drs. Setya Novanto, Ak. (lahir di Bandung, 12 November 1954; umur 62 tahun[1]) adalah politikus asal Jawa Barat, Indonesia yang diusung oleh Partai Golkar.[2] Ia menjabat Ketua DPR RI periode 2014—2019, dan telah menjadi anggota DPR RI sejak 1999 hingga masa jabatan 2019 (tanpa putus) sebagai perwakilan Golkar dari dapil Nusa Tenggara Timur Dua, yang meliputi wilayah Pulau Timor, Rote, Sabu, dan Sumba.[2] Namun pada tanggal 16 Desember 2015, Ia mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua DPR RI terkait kasus pencatutan nama Presiden RI Joko Widodo dalam rekaman kontrak PT. Freeport Indonesia.[3] Ia juga menjabat sebagai Ketua Fraksi Golkar periode 2009-2014.[4] Saat ini, Ia menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar periode 2016-2019[5].

Awal kehidupan dan pendidikan
Setya Novanto lahir pada 12 November 1955 di Bandung, Jawa Barat dari pasangan Sewondo Mangunratsongko dan Julia Maria Sulastri.[6] Pada tahun 1967, ia meninggalkan Bandung dan bermukim di Jakarta dan melanjutkan sekolah dasarnya di SD Negeri 6 Jakarta.[7][8] Orang tuanya bercerai saat ia masih duduk di Sekolah Dasar.[1] Di Jakarta ia menempuh pendidikan di SMPN 73 Tebet, Jakarta Selatan.[8] Ia kemudian melanjutkan pendidikan menengah di SMA 9 (kini disebut SMAN 70)[8] Pada masa SMA ia bertemu dengan Hayono Isman (mantan Menteri Pemuda dan Olahraga kabinet Presiden Soeharto) yang dikemudian hari menjadi titik tolak upaya politiknya.[2] Selepas SMA ia melanjutkan kuliah di Universitas Katolik Widya Mandala, Surabaya.[6]

Pendidikan tinggi dan pekerjaan awal
Saat kuliah di Universitas Katolik Widya Mandala, Surabaya, Setya dinyatakan memiliki banyak pekerjaan selama bermukim di kota tersebut. Ia mulai dari berjualan beras dan madu modal Rp82.500 dan memulai dengan kulakan tiga kuintal beras hingga bisa berjualan beras sampai dua truk yang langsung diambil dari pusatnya di Lamongan.[9] Saat itu ia juga punya kios di pasar Keputran, Surabaya namun usaha tersebut tak bertahan lama dan predikat juragan beras ditanggalkannya karena mitra usahanya mulai tidak jujur.[9] Ia mendirikan CV Mandar Teguh bersama putra Direktur Bank BRI Surabaya, Hartawan, dan pada saat yang sama ia ditawari bekerja menjual mobil salesman Suzuki untuk Indonesia Bagian Timur. Ia mengiyakannya dan memilih membubarkan CV yang didirikannya. Berkat kepiawaiannya menjual, pada usia 22 tahun dan Setya tercatat sebagai mahasiswa Jurusan Akuntansi Universitas Widya Mandala Surabaya yang menjadi Kepala Penjualan Mobil untuk wilayah Indonesia Bagian Timur.[9] Setya pun pernah menjadi model, dan terpilih jadi pria tampan Surabaya (1975)[6]. Dimasa masa ini Setya Novanto dikenal sebagai orang yang ulet dan banyak sahabat.[6] Selepas kuliah di Widya Mandala, Setya bekerja untuk PT Aninda Cipta Perdana yang bergerak sebagai perusahaan penyalur pupuk PT Petrokimia Gresik untuk wilayah Surabaya dan Nusa Tenggara Timur.[2] PT Aninda dimiliki oleh Hayono Isman, teman sekelas Setya di SMA Negeri 9 Jakarta.[2] Pertemanan dengan Hayono Isman inilah yang menjadi awal mula persinggungan Setya dengan dunia politik.[2] Kembali ke Jakarta pada tahun 1982, Setya meneruskan kuliah jurusan akuntansi di Universitas Trisakti.[2] Selama kuliah ia tinggal di rumah teman dan atasannya, Hayono, di Menteng, Jakarta dan tetap bekerja di PT Aninda Cipta Perdana.[2] Selain menjadi staf, ia juga mengurus kebun, menyapu, mengepel, hingga menyuci mobil dan menjadi sopir pribadi keluarga Hayono.[2][7] Semasa kuliah Setya diingat oleh temannya sebagai seseorang yang rapi dan rajin, namun minim kegiatan sosial dan politik saat mahasiswa.[8] Sebagai pengusaha, ia dikenal sebagai salah satu binaan konglomerat Sudwikatmono dan oleh Sudwikatmono, Setya diakui memiliki kemampuan lobi diatas rata rata walaupun kurang matang.[9] Dalam wawancaranya dengan Majalah SWA ditahun 1999 Setya mengaku,

Sudwikatmono adalah pembina usaha saya, Hayono Isman membina saya dalam politik, dan Wismoyo Arismunandar membina wawasan pengabdian pada bangsa dan negara.[9]
Bisnis dan politik
Setya memulai kiprahnya di bidang politik sebagai kader Kosgoro ditahun 1974.[9] Ia menjalin kedekatan erat dengan Hayono Isman yang telah dikenalnya ketika sama-sama menjadi siswa SMA IX Jakarta.[9] Setya Novanto pun menjadi Anggota Golkar, dan menjadi Anggota DPR Fraksi Golkar berturut-turut 6 periode tanpa putus sejak 1999 sampai saat ini.

Setya Novanto terpilih dalam pencalonan Ketua DPR RI Periode 2014 - 2019 dari Partai Golkar dalam sistem paket bersama Koalisi Merah Putih. Pada tanggal 2 Oktober 2014, ia terpilih sebagai Ketua DPR RI.[10][11]

Pada saat kasus pencatutatan nama Freeport, Setya Novanto mengundurkan diri tepat saat Mahkamah Kehormatan Dewan DPR akan memutuskan pelanggaran kode etik. Setya Novanto digantikan oleh Ade Komarudin (Ketua Fraksi Golkar DPR 2014-2019). Setya Novanto ditunjuk Aburizal Bakrie sebagai Ketua Fraksi Golkar pengganti Ade.

Saat terjadi Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar 2016 yang terjadi karena kisruh internal Partai Golkar yang sudah terjadi selama 1,5 tahun, Setya Novanto mencalonkan diri menjadi Ketua Umum Golkar. Ada 8 Calon total Caketum Golkar yang mengikuti Munaslub ini. Pada pemungutan suara tahap 1 yang dilakukan secara voting tertutup, Setya Novanto mengantungi suara sebesar 277 suara dan Ade Komarudin mendapat suara terbanyak kedua sebesar 173 suara.[5][12]

Tepat saat akan memulai pemungutan suara tahap 2 yang hanya diikuti 2 caketum pemeroleh suara minimal 30%, Akom menyatakan tidak akan melanjutkan pemilihan dan mendukung Setya Novanto sebagai Ketua Umum Golkar yang baru. Munaslub akhirnya mengesahkan Setya Novanto secara resmi sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar 2016-2019. Idrus Marham kembali ditunjuk menjadi Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar. Sementara posisi Bendahara Umum dijabat oleh Robert Kardinal. Nurdin Halid yang menjabat sebagai Ketua Steering Committee Munaslub ditunjuk sebagai Ketua Harian Partai Golkar. Penunjukan ketiganya dilakukan dalam rapat di Bali Nusa Dua Convention Center, Selasa (17/5/2016).[13] Setya Novanto pun akan mengundurkan diri dari Ketua Fraksi DPR.[14]

"Golkar akan bekerja sama dengan pemerintah. Kami akan mendukung program pemerintah," kata Novanto usai terpilih dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar di Nusa Dua, Bali, Rabu (17/5). Musyawarah Nasional Luar Biasa Partai Golkar memutuskan partai berlambang pohon beringin itu keluar dari Koalisi Merah Putih sehingga membatalkan/menganulir hasil Munas 2014.[15]

Kehidupan pribadi
Setya menikah dengan Luciana Lily Herliyanti, putri dari Brigadir Jenderal (Pol.) Sudharsono (mantan Wakil Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat). Dari pernikahan ini ia memiliki dua anak yaitu Rheza Herwindo dan Dwina Michaella.[2][7] Ia kemudian bercerai dengan Luciana Lily dan menikah dengan Deisti Astriani Tagor dan memiliki dua anak yaitu Giovanno Farrel Novanto dan Gavriel Putranto.[7] Deisti mengaku bahwa suaminya begitu sibuknya sehingga saat saat bersama yang mereka rutin lakukan adalah berdiskusi di kamar mandi.[16] Karena ditempat lain ia kerap menerima tamu dan telepon.[16]

Terimakasih sudah membaca Video Setya Novanto terTidur Saat Sidang Paripurna DPR Bahas Perppu Ormas Yuk Lihat! 2017. Jangan lupa share dan bagikan Video Setya Novanto terTidur Saat Sidang Paripurna DPR Bahas Perppu Ormas Yuk Lihat! 2017 Kepada Teman Anda. Jangan Lupa Kunjungi lagi Video Setya Novanto terTidur Saat Sidang Paripurna DPR Bahas Perppu Ormas Yuk Lihat! Tahun depan karena akan selalu kami update tiap tahun!


Yang Lebih dari Video Setya Novanto terTidur Saat Sidang Paripurna DPR Bahas Perppu Ormas Yuk Lihat! adalah Hotel dan Tiket Pesawat Murah dibawah ini:
- Harga Hotel Murah [Klik Disini]
- Harga Tiket Pesawat Murah [Klik Disini]






Baca Juga ini:

  1. Cara Mendapatkan Uang Dari BukaLapak
  2. Yuk Liburan ke Jogja Sewa Motor Saja Lebih Murah
  3. Jual Pulsa Modal 50 Ribu Untung 2,3 Juta Per Bulan
  4. Beli Motor Honda Disini Lebih Murah
  5. Jualan Baju Anak untung Jutaan Rupiah Modal Gak Sampai 500ribu
  6. Sewa Sound System Murah
  7. Cara Dapat Uang Dari Internet
  8. Cara Mendapatkan Uang dari BukaLapak
  9. Cara Liburan Gratis
  10. Tanggal Awal Puasa Ramadhan
  11. Tanggal Idul Fitri
  12. Tanggal Puasa Arafah
  13. Tanggal Idul Adha
  14. Jasa Review Website, Produk dan Jasa Murah


loading...