Tanggal Maulid Nabi Muhammad SAW 2018

Tanggal Maulid Nabi Muhammad SAW 2018

Tanggal Maulid Nabi Muhammad SAW 2018. Tanggal Maulid Nabi Muhammad SAW 2019. Maulid Nabi Muhammad Menurut Laman Wikipedia adalah Maulid Nabi Muhammad SAW kadang-kadang Maulid Nabi atau Maulud saja (bahasa Arab: مولد ا.... Full Artikel Tanggal Maulid Nabi Muhammad SAW Selengkapnya baca dibawah ini.


Mau yang lebih dari Tanggal Maulid Nabi Muhammad SAW? Buruan [Klik Disini].


Baca Juga: Awal Puasa Ramadhan

Mau yang lebih dari Tanggal Maulid Nabi Muhammad SAW? Buruan [Klik Disini].

loading...

Mau yang lebih dari Tanggal Maulid Nabi Muhammad SAW? Buruan [Klik Disini].

Maulid Nabi Muhammad Menurut Laman Wikipedia adalah Maulid Nabi Muhammad SAW kadang-kadang Maulid Nabi atau Maulud saja (bahasa Arab: مولد النبي‎, mawlid an-nabī), adalah peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW, yang di Indonesia perayaannya jatuh pada setiap tanggal 12 Rabiul Awal dalam penanggalan Hijriyah.

Kata maulid atau milad dalam bahasa Arab berarti hari lahir. Perayaan Maulid Nabi merupakan tradisi yang berkembang di masyarakat Islam jauh setelah Nabi Muhammad SAW wafat. Secara subtansi, peringatan ini adalah ekspresi kegembiraan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad.


Tanggal Maulid Nabi Muhammad SAW 2018

Tanggal Maulid Nabi Muhammad SAW 2018 adalah Selasa, 20 November 2018 / 12 Rabi'ul-Awwal 1440 H

Sejarah Maulid Nabi Muhammad SAW

Peringatan Maulid Nabi pertama kali dilakukan oleh Raja Irbil (wilayah Irak sekarang), bernama Muzhaffaruddin Al-Kaukabri, pada awal abad ke 7 Hijriyah. Ibn Katsir dalam kitab Tarikh berkata:

Sultan Muzhaffar mengadakan peringatan Maulid Nabi pada bulan Rabi'ul Awal. Dia merayakannya secara besar-besaran. Dia adalah seorang yang berani, pahlawan, alim dan seorang yang adil – semoga Allah merahmatinya.

Dijelaskan oleh Sibth (cucu) Ibn Al-Jauzi bahwa dalam peringatan tersebut, Sultan Al-Muzhaffar mengundang seluruh rakyatnya dan seluruh ulama dari berbagai disiplin ilmu, baik ulama dalam bidang ilmu Fiqh, ulama Hadits, ulama dalam bidang ilmu kalam, ulama usul, para ahli tasawuf, dan lainnya. Sejak tiga hari, sebelum hari pelaksanaan Maulid Nabi, dia telah melakukan berbagai persiapan. Ribuan kambing dan unta disembelih untuk hidangan para hadirin yang akan hadir dalam perayaan Maulid Nabi tersebut. Segenap para ulama saat itu membenarkan dan menyetujui apa yang dilakukan oleh Sultan Al-Muzhaffar tersebut. Mereka semua berpandangan dan menganggap baik perayaan Maulid Nabi yang digelar untuk pertama kalinya itu.

Ibn Khallikan dalam kitab Wafayat Al-A`yan menceritakan bahwa Al-Imam Al-Hafizh Ibn Dihyah datang dari Maroko menuju Syam dan seterusnya ke Irak. Ketika melintasi daerah Irbil pada tahun 604 Hijriah, dia mendapati Sultan Al-Muzhaffar, raja Irbil tersebut sangat besar perhatiannya terhadap perayaan Maulid Nabi. Oleh karena itu, Al-Hafzih Ibn Dihyah kemudian menulis sebuah buku tentang Maulid Nabi yang diberi judul “Al-Tanwir Fi Maulid Al-Basyir An-Nadzir”. Karya ini kemudian dia hadiahkan kepada Sultan Al-Muzhaffar.

Para ulama, semenjak zaman Sultan Al-Muzhaffar dan zaman selepasnya hingga sampai sekarang ini menganggap bahwa perayaan Maulid Nabi adalah sesuatu yang baik. Para ulama terkemuka dan Huffazh Al-Hadis telah menyatakan demikian. Di antara mereka seperti Al-Hafizh Ibn Dihyah (abad 7 H), Al-Hafizh Al-Iraqi (w. 806 H), Al-Hafizh As-Suyuthi (w. 911 H), Al-Hafizh Al-Sakhawi (w. 902 H), SyeIkh Ibn Hajar Al-Haitami (w. 974 H), Al-Imam Al-Nawawi (w. 676 H), Al-Imam Al-Izz ibn Abd Al-Salam (w. 660 H), mantan mufti Mesir yaitu Syeikh Muhammad Bakhit Al-Muthi’i (w. 1354 H), mantan Mufti Beirut Lubnan yaitu Syeikh Mushthafa Naja (w. 1351 H), dan terdapat banyak lagi para ulama besar yang lainnya. Bahkan Al-Imam Al-Suyuthi menulis karya khusus tentang Maulid yang berjudul “Husn Al-Maqsid Fi Amal Al-Maulid”. Karena itu perayaan Maulid Nabi, yang biasa dirayakan pada bulan Rabiul Awal menjadi tradisi umat Islam di seluruh dunia, dari masa ke masa dan dalam setiap generasi ke generasi.

Para ahli sejarah, seperti Ibn Khallikan, Sibth Ibn Al-Jauzi, Ibn Kathir, Al-Hafizh Al-Sakhawi, Al-Hafizh Al-Suyuthi dan lainnya telah sepakat menyatakan bahwa orang yang pertama kali mengadakan peringatan maulid adalah Sultan Al-Muzhaffar. Namun juga terdapat pihak lain yang mengatakan bahwa Sultan Salahuddin Al-Ayyubi adalah orang yang pertama kali mengadakan Maulid Nabi. Sultan Salahuddin pada kala itu membuat perayaan Maulid dengan tujuan membangkitkan semangat umat islam yang telah padam untuk kembali berjihad dalam membela islam pada masa Perang Salib.

Ahmad bin ‘Abdul Halim Al Haroni rahimahullah mengatakan,

صَلَاحِ الدِّينِ الَّذِي فَتَحَ مِصْرَ ؛ فَأَزَالَ عَنْهَا دَعْوَةَ العبيديين مِنْ الْقَرَامِطَةِ الْبَاطِنِيَّةِ وَأَظْهَرَ فِيهَا شَرَائِعَ الْإِسْلَامِ

Artinya:

“Sholahuddin-lah yang menaklukkan Mesir. Dia menghapus dakwah ‘Ubaidiyyun yang menganut aliran Qoromithoh Bathiniyyah (aliran yang jelas sesatnya, pen). Shalahuddin-lah yang menghidupkan syari’at Islam di kala itu.”[1]

Dalam perkataan lainnya, Ahmad bin ‘Abdul Halim Al Haroni rahimahullah mengatakan,

فَتَحَهَا مُلُوكُ السُّنَّة مِثْلُ صَلَاحِ الدِّينِ وَظَهَرَتْ فِيهَا كَلِمَةُ السُّنَّةِ الْمُخَالِفَةُ لِلرَّافِضَةِ ثُمَّ صَارَ الْعِلْمُ وَالسُّنَّةُ يَكْثُرُ بِهَا وَيَظْهَرُ

Artinya:

“Negeri Mesir kemudian ditaklukkan oleh raja yang berpegang teguh dengan Sunnah yaitu Shalahuddin. Dia yang menampakkan ajaran Nabi yang shahih di kala itu, berseberangan dengan ajaran Rafidhah (Syi’ah). Pada masa dia, akhirnya ilmu dan ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam semakin terbesar luas.”[2]

Sumber lain mengatakan perayaan Maulid yang sebenarnya diprakarsai oleh Dinasti Fatimiyyun sebagaimana dinyatakan oleh banyak ahli sejarah. Berikut perkataan ahli sejarah mengenai Maulid Nabi.

Al Maqriziy, seorang pakar sejarah mengatakan, “Para khalifah Fatimiyyun memiliki banyak perayaan sepanjang tahun. Ada perayaan tahun baru, hari ‘Asyura, maulid (hari kelahiran) Nabi, maulid Ali bin Abi Thalib, maulid Hasan dan Husain, maulid Fatimah az-Zahra, maulid khalifah yang sedang berkuasa, perayaan malam pertama bulan Rajab, perayaan malam pertengahan bulan Rajab, perayaan malam pertama bulan Sya’ban, perayaan malam pertengahan bulan Rajab, perayaan malam pertama bulan Ramadhan, perayaan malam penutup Ramadhan, perayaan ‘Idul Fithri, perayaan ‘Idul Adha, perayaan ‘Idul Ghadir, perayaan musim dingin dan musim panas, perayaan malam Al Kholij, hari Nauruz (Tahun Baru Persia), hari Al Ghottos, hari Milad (Natal), hari Al Khomisul ‘Adas (3 hari sebelum paskah), dan hari Rukubaat.”[3]

Asy Syaikh Bakhit Al Muti’iy, mufti negeri Mesir dalam kitabnya mengatakan bahwa yang pertama kali mengadakan enam perayaan maulid yaitu: perayaan Maulid (hari kelahiran) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, maulid ‘Ali, maulid Fatimah, maulid Al Hasan, maulid Al Husain –radhiyallahu ‘anhum- dan maulid khalifah yang berkuasa saat itu yaitu Al Mu’izh Lidinillah (keturunan ‘Ubaidillah dari dinasti Fatimiyyun) pada tahun 362 H.[4]

Begitu pula Asy Syaikh ‘Ali Mahfuzh dalam kitabnya Al Ibda’ fi Madhoril Ibtida’ (hal. 251) dan Al Ustaz ‘Ali Fikriy dalam Al Muhadhorot Al Fikriyah (hal. 84) juga mengatakan bahwa yang mengadakan perayaan Maulid pertama kali adalah ‘Ubaidiyyun (Fatimiyyun).

Yang lebih dari Tanggal Maulid Nabi Muhammad SAW adalah liburan dan wisata murah.

Siapa sih yang tidak ingin liburan dan wisata murah? Pasti semua orang mau kan? Bagaimana sudah selesai membaca Tanggal Maulid Nabi Muhammad SAW?

Jika Anda sudah selesai membaca Tanggal Maulid Nabi Muhammad SAW, tidak ada salahnya jika Anda meluangkan waktu sejenak untuk mencari referensi wisata dan liburan murah dibawah ini.

Daftar Harga Wisata dan Liburan Murah:





Terimakasih sudah membaca Tanggal Maulid Nabi Muhammad SAW 2018. Jangan lupa share dan bagikan Tanggal Maulid Nabi Muhammad SAW 2018 Kepada Teman Anda. Jangan Lupa Kunjungi lagi Tanggal Maulid Nabi Muhammad SAW Tahun depan karena akan selalu kami update tiap tahun!


Baca Juga ini:

  1. Cara Mendapatkan Uang Dari BukaLapak
  2. Yuk Liburan ke Jogja Sewa Motor Saja Lebih Murah
  3. Jual Pulsa Modal 50 Ribu Untung 2,3 Juta Per Bulan
  4. Beli Motor Honda Disini Lebih Murah
  5. Jualan Baju Anak untung Jutaan Rupiah Modal Gak Sampai 500ribu
  6. Sewa Sound System Murah
  7. Cara Dapat Uang Dari Internet
  8. Cara Mendapatkan Uang dari BukaLapak
  9. Cara Liburan Gratis
  10. Tanggal Awal Puasa Ramadhan
  11. Tanggal Idul Fitri
  12. Tanggal Puasa Arafah
  13. Tanggal Idul Adha
  14. Jasa Review Website, Produk dan Jasa Murah


Popular Posts

Sub Domain

  1. bali
  2. jakarta
  3. jawa barat
  4. jawa tengah
  5. jawa timur
  6. kalimantan
  7. sulawesi
  8. sumatra
  9. papua maluku
  10. nusa tenggara
  11. alamat penting
  12. food beverage recipes
  13. cara cepat

Berita Pilihan

  1. Daftar Informasi Beasiswa Kuliah Gratis
  2. Rental Motor Jogja
  3. Awal Puasa Ramadhan
  4. Ucapan Lebaran Hari Raya Idul Fitri
  5. Hari Raya Idul Fitri
  6. Puasa Arafah
  7. Idul Adha
  8. Tips Memilih Asuransi
  9. Perusahaan Asuransi di Indonesia
  10. Hotel Penginapan Home Stay di Jogja Murah
  11. Tempat Pijat Jogja
  12. Tempat Pijat Bandung
  13. Tempat SPA Medan
  14. Tempat Pijat Surabaya
  15. Tempat SPA Jogja
  16. Tempat Makan di Jogja
  17. Sejarah Hari Valentine
  18. Bacaan Doa Niat Puasa Ramadhan Selama Sebulan Dan Niat Puasa Harian
  19. Doa Niat Puasa Arafah serta Keutamaan Faedah Manfaat Puasa Arafah
  20. Tanggal Hari Puasa 10 Muharram (Asyura)
  21. Cara Mendapatkan Uang dari Internet
  22. Cara dan Tips Liburan GRATIS
  23. Sejarah Hari Ibu
  24. Sejarah Hari Ayah
  25. Sejarah Hari Anak Nasional
  26. Restoran di Jogja
  27. Tempat SPA Jakarta
  28. Tempat Salon Jogja
  29. Cafe di Jogja
  30. Tempat SPA Bandung
  31. Mall di Jogja
  32. VIDEO Isteri selingkuh
  33. VIDEO Ayu Ting Ting dan Raffi Ahmad
DMCA.com Protection Status
loading...